PERUBAHAN YANG BERALURU-LARUT, 26-11-2011 banda aceh
Lokop adalah daerah yang mayoritas penduduknya bersuku gayo, artinya pihak disana berbudaya gayo dan beradat gayo. Sepantasnya daerah lokop tersebut berada di naugan pihak kabupaten gayo lues, namun banyak pertimbangan mengingat jauhnya jarak antara gayo lues dengan lokop yang selma ini jalan menuju gayo lues melewati kecamatan pining jalannya pun masih diperbaiki oleh pihak jipur sampai saat ini jalan tersebut masih berjalan, harap kami sebagai masyarakat agar jalan tesebut segara usai.
Saat ini daerah (lokop) masih belum ada jaringan komunikasi kutipan buletin :
Minggu, 24 Juli 2011
Masyarakat Lokop Dambakan Jaringan Telekomunikasi
Lokop, (Analisa)
Masyarakat Lokop Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, hingga saat ini sangat mengharapkan pembangunan menara (tower) jaringan telekomunikasi.
Sebab, hingga saat ini 6 ribu lebih masyarakat daerah ini yang terdiri dari 11 gampong (desa) tersebut masih terisolir dari jangkauan komunikasi telepon seluler.Warga berharap ada perusahaan jasa telekomunikasi yang mau membangun tower di daerah tersebut .
Salah seorang penduduk Lokop, Kartina, mengungkapkan, bila ingin berkomunikasi dengan saudara atau kerabat, mereka terpaksa pergi ke Gampong Singah Mulo, Kecamatan peunaron, yang jaraknya sekitar 20 kilometer.
Terkait keinginan warga tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar dalam rangkaian kunjungan kerjanya membuka Kegiatan Perkemahan Bhakti Penegak Korwil I ke wilayah ini, pekan lalu, menyebutkan, dia telah mempersiapkan surat permohonan kepada pihak operator jaringan telekomunikasi supaya semua daerah pedalaman dan terpencil di Aceh agar bisa mendapat akses jaringan komunikasi.
"Semua daerah pedalaman dan terpencil yang ada di Aceh akan diusulkan untuk mendapatkan jaringan telekomunikasi, termasuk Lokop. Akhir 2012 diharapkan tidak akan ada lagi kawasan terisolir jaringan komunikasi," kata Wagub optimis. (ed)
 Oleh karena itu pihak pemerintah katanya pada akhir 2012 aakan memberikan jaminan kepada seluruh daerah terpencil agar mendapatkan jaringan komunikasi, agar memudahkan masyarakat mendapatkan informasi-informasi dengan cepat. Namun saya selaku mahasiswa semester tujuh fakultas syari’ah Iain Ar-Raniry banda aceh, sering mempertanyakan kepada pihak DPRK Aceh Timur mengenai kapan akan diadakan tower di Lokop, kata masih dalam proses. Saya belum yakin apakah meraka betul-betul memprioritaskan daerah tersebut agar diadakan tower. Hal perubahan sebenarnya ada pada tangan DPRK karena meraka yang berkuasa pada saat ini. Saya sebagai masyarakat dan mahasiswa yang awam. Mudah-mudah mereka mengerti akan semua keluhan masyarakat.


Komentar